Jumat, 19 Juli 2013

Something about the Atlas City

Waaaaaaa... sudah berapa lama saya tidak mengepos lagi? Kayaknya lama banget ya -,-

Honestly, gw merasa konyol waktu liat post terakhir gw adalah tentang permasalahan semester 3 gw dimana tiba-tiba gw merasa tertarik dengan seseorang di daerah rantau gw. Yaaa, tapi itu masa lalu. Gw juga udah netral, damai, dan gw semakin lengket sama pacar gw, si Beruang.

Well well, sekarang udah jam 12 lewat 22 menit waktu leptop gw. Saat ini gw lagi menghirup sedikit udara tenang disela-sela usaha gw dalam mengerjakan proposal skripsi gw.

Ya, lo ga salah baca, beneran PROPOSAL SKRIPSI. (sengaja gw capslock biar agak dramatis gitu loh)

*keplok keplok* *dilempar sendal jepit*

Kalo boleh di-review, yang namanya waktu berjalan emang ga pernah bisa diperkirakan. Rasanya baru kemaren gw pindahan ke Semarang dengan hati tegar dan koper besar bersamaan dengan badan gw yang masi buntek, kucel, dan berambut ala cangcuters. Belom lagi waktu itu gw canggung banget karena itu pertama kalinya gw hidup sendirian, ga dibantuin orang tua atau saudara-saudara.

Awal mula, gw suka tinggal di Semarang. Bebas, gw mau kayang di tengah tugu muda juga ga ada yang marah. Gw mau ke gramed sendirian juga ga masalah. Tapi, masalah datang berupa 'Homesick' atau kangen rumah. Di Semarang-lah gw mulai menghargai arti 'Rumah' sesungguhnya.

Kata orang, rumah adalah tempat dimana ada keluarga yang menanti, kekasih menanti, dan mereka yang mencintai kita juga menanti. Tapi, menurut gw,
"rumah adalah tempat dimana lo merasa diterima, merasa lo bisa jadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura, tempat lo bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik, juga tempat dimana lo bisa berkumpul dengan mereka yang mencintai dan dicintai oleh lo. "
Karena, gw merasa sekarang rumah gw ada 2, tangerang dan semarang. Tangerang adalah tempat dimana keluarga gw berada, sanak famili gw, kenalan-kenalan, teman masa kecil, bahkan pacar gw juga disana. On the other hand, Semarang memberikan gw banyak pelajaran dan pengalaman: Berbicara di depan orang banyak, berpendapat, menjadi pemimpin, belajar dewasa, mengendalikan emosi, bersabar dan ikhlas, dan sebagainya yang bener-bener ga bisa gw tukarkan dengan uang sebanyak apapun.

That's why I love Semarang. Ada banyak kenangan manis yang gak akan pernah bisa dilupain.

Semarang juga-lah yang mengantarkan kaki gw menuju tempat-tempat yang gw pikir sampe kapanpun ga akana pernah gw kunjungi, misalnya kantor DPRD Jawa Tengah, Bank Indonesia, kantor-kantor dinas pemerintahan, pengambilan paket besar di kantor pos, dan lainnya. Gw merasa ini pengalaman yang WOW banget, mengingat gw jarang keluar dan jarang punya kesempatan ke tempat-tempat tersebut. Gw ga tau apa yang terjadi jika gw harus benar-benar totally  ga bisa main kesini lagi. Hahahahah, definitely I can't. Gw udah terlalu terikat sama ibukota Jawa Tengah ini.

Puji Tuhan Yesus karena hanya denga berkat-Nya lah gw bisa mengalami semua mukjizat indah ini. Semua tangis, tawa, seru frustasi, senyum, dan usaha mengantarkan gw pada saat ini menjadi gw yang sekarang sedang menatap layar laptop dengan wajah bersemu karena menostalgia masa lalu.

Keren, mantap, luar biasa...adalah kata-kata yang bisa gw gambarkan selama gw nomaden tangerang-semarang.

Semoga untuk seterusnya, gw akan selalu mencintai tempat ini :)


Sabtu, 24 Desember 2011

He and Him

Siang hari, di rumah, di kamar...

Udah lama gue ga nongkrong senyaman ini di kamar gw sendiri. Okelah meskipun kamar gue masi ga begitu rapi, tapi setidaknya masi layak untuk menampung sesosok perempuan cantik didalamnya. Plis, jangan muntah, gue males bersihin.

Siang ini gue lagi berusaha mengasingkan diri dari dunia per-sosial-an. Gue sengaja menyerahkan si Natsume (baca: hape gue) ke kakak gue tercinta buat digunakan dan di-charge. Gw cuma lagi ga niat, ga niat bergosip atau mengobrol atau ngisengin orang (which mean jarang banget begini). Just wanna relax and enjoy my Dec 24th. Salah satunya adalah dengan mengedit-edit blog gue ini plus mengisinya dengan tulisan-tulisan baru.

There're so much things I wanna tell in this blog. Lately, gue banyak mengalami hal-hal baru dalam pengalaman love-life gue. Gue serba bingung dan serba berpikir. Gue mengira.....


Hey, wait a second! ada SuJu lagi nyanyi Mr. Simple!


KYAAAAAAAAAA!!!! *fangirling bentar* *Lagu pun habis*


Ehem! Sori, sampe mana tadi? Oh ya, "gue mengira...."


Gue mengira gue ga bakal mengalami hal yang seperti ini. This is beyond my wildest imagination. Tapi kata orang bijak: Nothing is impossible, jadilah gue manggut-manggut dan menerima kenyataan. Gue berada di tengah suatu kebingungan, or should I say, di tengah suatu pemikiran yang sedikit rumit. Gue berada di antara dua pilihan. Bukan, bukan diantara dua pilihan sendal yang cocok buat sendal mandi gue, tapi diantara dua cowok yang ada di kehidupan gue saat ini. Bukan berarti juga gue cuma berteman dengan dua orang cowok, tapi yang lebih ke-spotlight diantara teman-teman gue.

Mungkin ini yang disebut cinta segitiga atau bahasa gaulnya triangle love. Tapi menurut gue ga begitu, lebih tepat dibilang cinta-tiga-sudut-dimana-cuma-dua-sudut-yang-berhubungan. Kedua sudut yang gue maksud adalah gue dan pacar gue, di Beruang (nama samaran). Satu sudut lain adalah salah satu temen gue, sebut saja Bunga. Eh, cari yang kerenan dikit. Hemmm, sebut saja Musang.


Iye iyeee, gue tau gue ga pinter ngasi nama julukan. Udah deh terima aja, ribet amat -_-"


Nah, gue dan si Beruang udah jadian selama 10 bulan (bulan ini 11) secara LDR/ long distance relationship. We love each other and we care each other, and still continuing. Selama jadian, gue bahagia dan merasa dari dia-lah tulang rusuk yang digunakan untuk menciptakan gue. Gue ga pernah ngerasa sedih atau menyesal jadian sama dia, apalagi soal jarak semarang-depok yang terbentang dengan jumawa di depan kita. Dia dan gue sama-sama ga masalah soal itu. Banyak komunikasi yang bisa kita manfaatkan untuk mengalahkan si musuh bernama 'Jarak', apalagi sekarang ada internet. Kalo kata dongeng, kita hidup happily ever-after, bahagia dan saling percaya satu sama lain. Gue menemukan sosok seorang calon pendamping hidup dengan kehadiran si Beruang. Aura dia, meskipun dari jarak 600 Km, masih menghipnotis gue. See? How love can be this magical to me. Gue bisa semangat lagi dengan sms simpel dari dia yang isinya "Semangat ya sayang! :)" Jarang ada kata 'jenuh' terlontar dari mulut dia dan gue. Kita saling mengenal satu sama lain. Udah taulah jeleknya masing-masing. Pokoknya banyak temen gue yang ngiri dengan hubungan gue yang satu ini. Gue sendiripun sangat bersyukur dengan eksistensi si Beruang di kehidupan gue.

Tapi kata pepatah: Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa. Jarak mulai menunjukkan taringnya disini....

Kuliah gue saat ini sudah menduduki semester 3, dimana mata kuliahnya banyak yang bernada kedokteran. Parah abis. Meskipun gue ga ambil sks penuh/ 24, tapi otak gue capeknya kaya ambil segitu. Setiap weekend datang, gue selalu berkhayal si Beruang datang ke Semarang sambil menyambut gue dengan pelukan hangat. Gue semakin sering merasa kesepian, gue membutuhkan kehadiran si Beruang. Jarak yang tadinya gue sepelekan menjadi semakin ganas dan menggerogoti kepercayaan diri gue. Di lain pihak, si Beruang juga kangen sama gue. Dia ingin gue disana, saling nemenin. Gue pengen banget kesana, pengen tersenyum lebar dan melepas kangen. Pasti pada penasaran, berapa lama sih ga ketemu si Beruang? 3 bulan cuy, 4 bulan kalo Desember diitung. Mungkin menurut kalian angka itu masih terbilang kecil. Temans, gue juga sering berpikir begitu, dan menurut gue, angka itu gak kecil sama sekali. Semakin hari akan terasa semakin panjang kalo perasaan kangen itu diresapi.

Gue kangen, rindu, I miss him so much. And he does too.

Ditengah ke-kangenan gue ini, tiba-tiba muncul lah si Musang. Dia muncul dalam sesosok older brother. Well, not literally popped-up in front of my door, gw recognize dia karena dia termasuk eksis di semua angkatan, termasuk angkatan gue. Kita sering ngobrol di twitter, mulai dari masalah angkatan, sampe masalah yang rada berat dikit kaya HMIG. Nah, yang gue bingung, selama kita ngobrol itu, banyak berita-berita miring mengenai gue dan dia. Gosip awalnya begini: "eh eh, kok si mas Musang klo sama Vindy kok beda yah?"

Gue menaikan satu alis, "Beda gimane? sama aja ah, ke kalian juga ngobrol-ngobrol biasa kan?"

Prinsip gue, biarin lah anjing menggonggong, yang penting dia gak gigit gue dari belakang supaya gue gak jadiin dia sate. Terserah masyarakat kampus ngomong apa, kan yang temenan gue, bukan mereka, kenapa mereka yang ribut? Ga habis pikir gue. Saking kencengnya ni gosip, si Musang sampe minta maaf ke gue. Gue nanya, "maaf kenapa?"

Dia cuma jawab, "Aku ga ada maksud buat ngerusak hubungan orang. Aku ga sejahat itu kok."

Gue percaya, dan gue tetap temenan sama dia.

Semakin hari, gosip itu semakin hilang. Karena mereka juga ga dapet bukti apapun dari gue. Tapiiii, sodara-sodara tercinta, gue merasakan gelagat aneh dari si Musang. Dia semakin tanggap kalo gue ajak ngomong. Kasi perhatian yang menurut gue ga perlu. Gue bingung, gue ga mau sok tau dengan premonition gue. Tapi mau gak mau feeling gue berkata, "Vindy, si Musang suka sama kamu."

Damn! Gue bingung.

Semakin hari dia semakin baik sama gue. Menghibur gue saat gue lagi galau. Gue jadi takut, gue takut hal yang gue takutin bakal terjadi. Gue gak mau ada pengganti si Beruang.

Honestly, I don't feel any 'like-ness' or 'attractive-ity' to this Musang guy. Gue cuma menganggap dia sebagai older brother, and he knows it. Semua kebaikan yang dia berikan ke gue, gue anggap sebagai r
asa kasih seorang kakak terhadap adiknya.

Tapi, boy, premonition gue ga bisa dibohongi.

Inilah salah satu kemampuan (entah firasat belaka) gue buat merasakan perasaan orang terhadap gue. Sejenis maupun lawan jenis. Dan gue sudah tau gelagat seperti ini berarti satu hal: He likes me.

Damn it! Gue bingung bagaimana cara menyadarkan dia bahwa gue sudah memiliki pacar dan gw masih sangat sayang terhadap pacar gue?

Oleh karena itu di awal post gue bilang gue bingung dengan keadaan begini. Karena biasanya, gue lah yang ada di posisi si Musang. Then, karena gue gak mau menyakiti siapapun, gue pengen ngomong hal yang sebenernya ke dia, dan untuk memintanya berhenti mengejar gue. Please! I'm a healthy and normal girl, kalo gue ga siaga dan setan lagi lewat, gue mungkin akan melakukan hal tidak terpuji like cheating. Bukannya gue ga setia, tapi ini masalah setiap LDR dimana salah satu atau sepasang kekasih LDR mulai merasa kesepian dan membutuhkan seseorang untuk menemani. Karena ada 'Jarak', maka lonely-shit ini mulai menyerang sampai ke stadium 4. Gue sangat sangat sangat sangat tidak mau termakan penyakit itu sampai-sampai memutuskan hubungan dengan si Beruang.

I'm so in love with si Beruang, until I cry if I think about breaking-up and live entirely separated with him.

This is why I act suspicious about kindness from opposite sex. They often feel more than just a friend. Why??? I miss the time when good deed is really a pure kindness, not one of those flirt ways.


God, what should I do? What should I say?

Gue ga bisa begitu aja menjauh dari si Musang, I'm his friend. There is no ex-friend!

Semoga gue bisa memperlakukan si Musang dengan semestinya... dan gue juga masih bisa terus in relationship dengan si Beruang....

Sekian untuk cerita hari ini, semoga yang baca jangan ikut galau yah :)




Happy Christmas! :*




Jumat, 11 Maret 2011

Flying Spion

Salam sendal jepit!

Malem ini lagi-lagi gw berhasrat untuk mengisi entri blog gw. Seperti biasa, pada hari jumat malem, gw akan nganggur dan males buat belajar. Ujung-ujungnya gw pasti pengen nulis, apalagi tetangga kamar gw, Desi, baru bikin wordpress dan ngeliat dia posting bikin gw ngiri. Hahahaha, jadi yah, gw ngepost aja deh.

Oh sebelumnya, saya turut prihatin dengan bencana alam gempa bumi yang melanda Jepang hari ini. Turut berduka cita juga buat korban yang meninggal, semoga arwah mereka diberi pengampunan dan keluarga yang ditinggalkan boleh diberi ketabahan. God be with you, amen.

Gw syok denger ada kejadian gempa bumi itu. Ga cuma syok ngeliat angka skala Richter yang mencapai 8,9 dan tsunami yang sampai 10 meter, tapi juga karna gw punya banyak artis favorit dan mangaka yang sangat gw cintai.

Arakawa-sensei, be safe :)

Okeh, kembali ke topik. Mungkin para pembaca agak bingung dengan judul yang gw angkat hari ini. 'Flying spion'? opo meneh iku... Yep, flying spion atau spion terbang benar-benar terjadi kemarin. Let me start the story.

Hari menyebalkan itu bernama Kamis, tanggal 10 Maret 2011. Gw udah ga begitu seneng dari pagi, karena gw sebel kuliah olahraga dimulai pukul setengah 7 pagi. Imagine! GW KULIAH OLAHRAGA WOY! Nol sks, tapi jadi persyaratan wisuda. Hufh, antara mau ngampret, tapi kok berat karna taruhannya gelar S1 gw. Jadi, dengan semangat 2011, gw bangun jam setengah 5 pagi buat siap-siap.

Perhatian, hari itu adalah hari kedua datang bulan gw. Jadi, kalian para wanita pasti paham gimana mulesnya dan sakitnya perut di hari-hari awal datang bulan. Perut udah dikremes-kremes plus bagian pinggang dan pinggul yang rasanya udah mau patah. Buruknya, pelajaran olahraganya adalah : Lari.

Yak sodara-sodara, LARI 2,4 Km. Kalo diitung dari panjangnya lapangan, menurut dosen gw, kita harus menyelesaikannya dengan 6 putaran lapangan selama 15 menit. Sepatu gw nyaris bolong dengernya. Maka, dengan perut sekarat gw lari tertatih-tatih.

Sebel, karena gw ngerasa lemah. Sebel, karena gw baru selesai lari di menit ke 21 pas. Sebel, karena daya tahan tubuh gw ga berguna banget. Latihan 6 bulan daya tahan jadi ga berguna karena satu hal bernama 'datang bulan'. Akhirnya selesai lari badan gw kaya abis ditekuk-tekuk sendinya. Masi harus ngendarain motor juga. Tapi, karena gw emang suka nyetir, proses nyetir motor ga begitu menyebalkan walaupun badan cuapek.

Kuliah hari kamis kemaren emang agak padat. Mulai setengah 7, terus ada lagi jam 9, jam 11, jam 13. Untung kuliah jam 13 itu ditiadakan.

Skip langsung ke cerita spion terbang. Jadi ceritanya waktu itu gw mau jemput temen gw, si Innes, di kosan. FYI, buat ke kosan gw, harus melewati jalan raya depan R.S Karyadi yang ramenya mampus-mampusan. Orang semarang itu kalo nyetir suka ga tau peraturan. No offense ya, tapi coba tanya ke para pendatang dengan plat selain H, mereka pasti bakal setuju sama pernyataan gw ini. Mereka ga pernah ngasi jalan buat orang yang mau nyebrang dan motor-motor sialan selalu ngebut dan merasa sebagai pemilik jalan. Belom lagi kebiasan AMAT BURUK mereka yang hampir selalu MELAMBUNG DARI KIRI. Damn! dari sekian banyak penyebab kecelakaan akibat ga tau peraturan, yang satu itu mungkin akan menduduki posisi teratas di Semarang.

Gw baru jemput Innes dari depan kos dan mulai perjalanan ke kampus gw yang letaknya di samping RS. Karyadi. Gang masuk kosan gw letaknya di seberang pintu masuk rumah sakit. Ga seberang persis sih, tapi deket. Paling cuma 500 meter lah.

Di mulut gang, gw ambil manuver buat nyebrang ambil jalur kiri. Pelan-pelan nunggu ada kendaraan murah hati yang mau ngasi jalan. Gak lama, ternyata jalanan malah kosong, baguslah. Gw jalan pelan-pelan ke tengah jalan, dan mulai menyusuri jalur kiri. Gw tau pintu masuk karyadi ga jauh dari situ, jadi gw putusin buat jalan di pinggir. Pinggir banget, ga jauh dari trotoar, pelan (cuma pasang gigi 2), dan NYALAIN LAMPU SEIN KIRI.

Tiba-tiba, dari arah kiri ada motor bebek kenceng berusaha nyalip gw dari KIRI.

Buagh! Stang motor tu orang menghajar spion kiri gw, alhasil bagian kaca spion metal kira-kira 3 meter di depan gw. Gw sama Innes? Jatoh, gedebuk. Bener-bener gedebuk. Untungnya, Innes cepet lompat, dan cuma kena luka merah di lutut. Gw? Kaki kiri gw ketimpa motor, sikut gw lecet karna nahan badan gw waktu jatoh.

Untung, gw jatoh di pinggir jalan.

Untung, jalanan di belakang gw ga rame.

Untung, ada yang nolongin.

Untung, cuma spion.

Dan banyak lagi berkat lain yang Tuhan berikan sehingga cedera gw ga serius.

Penabraknya? Kabur. Kabur. KABUR!

Dengan resenya dia cuma berenti, ngliat kebelakang, benerin spion DIA SENDIRI, dan ngacir gitu aja. Gw syok, no sorry or what, he was just flew away.

wow, amazingly kampret.

Waktu baru jatoh, ga berasa itu sakit-sakit di kaki dan siku. Baru ngerasa pas udah beberapa saat di kelas waktu gw kuliah. Apalagi hari ini setelah ditambah dengan pegel-pegel bekas lari. Lengkaplah penderitaan gw.

Kaki Kiri gw yang paling sakit, memarnya 3 biji. Itu yang keliatan. Kaki kanan di lutut bagian dalem juga memar sedikit. Pinggang dan pinggul juga nyeri, sakit kalo dipake bersin atau ketawa. Tangan kanan dan kiri ga bisa diangkat dan sakit kalo buat nyentuh punggung. Plus lecet di siku yang perihnya wow. Yang lebih miris lagi, gara-gara badan gw sakit semua gw cuma bisa tidur satu posisi, and you know what, bangun tidur leher gw ga bisa nengok kanan.

Ancur banget deh. Ditambah gw lagi nyeri perut datang bulan. complete!

Semua sakit itu bikin gw jalan kaya orang abis sunatan. Tinggal pake sarung sambil kipasan, paling gw bisa dapet amplop isi duit -,-"

Hufh, bagaimanapun juga, thank God gw sama Innes ga kenapa-kenapa yang serius.

Oh, gw belom bilang ya? Motor yang gw pake bukan punya gw. Motor itu punya temen sekelas dan sekosan gw, Zhora. Gw udah ngasi tau perihal kecelakaan ini dan gw bersedia menanggung segala pembayaran ganti spion dan lain-lain yang mungkin ikut ga bener. Zhora kaget banget pertamanya. Tapi, abis itu udah gw selesaiin. Untung dia juga ga marah banget atau gimana. Dia cuma cemas kalo sampe ada polisi liat, kan jadi panjang urusannya. Gw paham kalo yang itu.

Pijit kaki.

Sekarang, gw udah agak mendingan. Walaupun masi susah dipake jalan, tapi kaki gw udah ga se-nyeri tadi pagi.


Sekali lagi, Thank God. Semoga kaki gw dan Innes cepet sembuh, dan orang yang nabrak gw diampuni.





Salam memar,

Senin, 07 Maret 2011

Anti-Social?

Hari ini gw dapet banyak bahan tambahan buat pembelajaran 'antropologi' gw. Alias gw mengetahui lagi salah satu cara berpikir seseorang. Well, mungkin kurang tepat dibilang cara berpikir... hem... 'keputusan', most likely. Keputusan seseorang buat menjadi anti-sosial.

Gw juga ga begitu paham dengan konsep anti-sosial ini. Sekilas, mungkin terlihat simpel : ga mau berteman sama orang lain, dan tidak berusaha juga buat bersosialisasi. Gw jarang ketemu sama orang yang jelas-jelas ngaku kalo dia anti-sosial (an-sos), tapi hari ini temen gw menyatakan secara gamblang kalo dia merasa dirinya menjadi an-sos.

Temen gw ini, si Ruth, merasa dirinya ga begitu deket sama temen-temen kampus yang lain. Doski punya beberapa temen deket, salah satunya adalah gw. Tapi yang gw heran, doski kurang bergaul sama anak-anak diluar temen deketnya itu. Suatu hari, dia pernah buka buku absen salah satu mata kuliah dan menyebutkan satu persatu dari 118 nama angkatan 2010 yang tertera disana. Dengan nada lancar gw menyebutkan panggilan dan menunjuk nama orang yang bersangkutan. How about Ruth? She barely know everyone. Mungkin dia kenal separonya. Tapi kebanyakan tau nama, jarang ngobrol langsung kecuali ada alasan khusus seperti kerja kelompok, misalnya.

Gw wawancarain si Ruth, mencoba menerka-nerka apa yang kira-kira dirasakan seseorang yang dulunya buka an-sos tapi mendadak menjadi seperti itu karena keadaan yang tidak terduga. Ruth punya pacar, namanya Andrew. Singkat cerita, Andrew menghilang secara misterius selama 3 bulan dari kampus dan Ruth, tanpa kasi kabar apapun sampai sekarang. Setelah 'kepergian' Andrew itu, Ruth merasa dunianya gak sama lagi. Karena ada part dalam hatinya yang bolong dan menjadi black hole yang punya sifat meluas. Ditambah lagi, sejak saat itu Ruth ngerasa dirinya kurang punya banyak temen buat nemenin dia menggila. Dia ngaku selama ini udah terlalu asik sama kesendiriannya dan sekarang jadi bingung buat memulai suatu hubungan pertemanan.

Gw, sebagai seorang nutritionist-wannabe, tentunya harus punya skill buat bersosialisasi sama orang-orang, terutama yang belum dikenal. Berbekal pengalaman gw dalam menghadapi berbagai macam manusia, gw berusaha mendekatkan diri ke Ruth. Gw coba ajak bicara dan menggila. Selama ini dia keliatan sepi banget, apalagi setelah pacarnya ga ada. Gw ga tega liatnya. Dia jadi lebih pendiam dan lebih sering menghilang saat anak-anak kelas sedang mengerumun. Well, kalo yang gw tangkep dari kata-katanya, ga semangat kuliah gitu kurang lebih.

Bukannya bermaksud jahat, tapi ada sisi positif yang bisa gw liat dari ketidakhadiran Andrew, Ruth jadi punya atensi terhadap dunia di sekitarnya. Selama ini dia bareng-bareng terus sama Andrew, yang membuat temen-temen kelas juga jadi agak segen buat deketin mereka. "Takut mengganggu..." said them. Gw tau kok, dibalik seorang Ruth yang biasanya cuek dan ga peduli, sebetulnya dia berjiwa 'kurang waras' seperti gw SMA dulu. Dan jiwa seperti itu ga boleh dihilangkan begitu aja. Sadar ga sadar, kekurangwarasan itulah yang bikin kita jadi pede buat memulai suatu pertemanan.

Balik ke masalah an-sos, gw merasa ada beberapa pengaruh seseorang menjadi an-sos:

1. less confident --> sepertinya menjadi faktor utama. Ada beberapa orang yang merasa dirinya ga cukup 'keren' buat mengajak ngobrol seseorang. FYI, suatu kepercayaan diri itu menentukan gimana kepribadian kita lho. Teori ini gw dapet dari pengalaman gw selama SMP-SMA. Dulu, waktu gw SMP, gw cenderung pendiem dan susah bersosialisasi. Soalnya waktu itu, murid-murid di SMP gw terasa asing dan tidak bersahabat dengan gw. Bodohnya gw, gw ga berusaha mengeluarkan ke-PD-an gw buat mengeluarkan siapa diri gw sebenarnya. So, can you imagine how is it like to be in an environment which you can't reach its 'touch of civilization'? no wonder, gw ga begitu deket sama temen-temen SMP gw setelah gw lulus.

2. Ga terbiasa buat memulai pembicaraan kalau bukan tentang yang kita suka --> ini adalah masalah ide. Kita harus punya tebel muka kalo hal yang dibicarakan orang lain mulai ga konek di kita. Hanya ada satu jalan : bertanya. Jangan gengsi jangan takut, nanya gak bayar kok. Kalo mau lebih berkreasi, coba tanyain sambil menunjukkan tanda interest pada yang dia ngerti itu. Dijamin bukannya dapet tatapan 'masa gitu aja ga tau?', tapi malah 'ooh, he/she's got interest in it'.

3. Merasa dirinya ga punya apa-apa untuk ditampilin --> biasanya orang an-sos juga berkenaan dengan penampilan dan pembawaan dirinya. Kalo denger kata an-sos, jangan langsung ngebayangin seorang geek atau seorang cwe kelebihan berat badan. Seorang yang perfect-pun juga punya masalah keminderan sendiri. Untuk poin ini, kembali lihat ke no. 1. gunakan selalu 'percaya diri', dan yakin semua orang itu spesial dengan caranya sendiri.

Ketiga hal tadi gw dapet dari hasil survey gw saat SMP-SMA-Kuliah. Suatu hal simpel yang sering kita temui di satu orang pada setiap kerumunan di pesta atau kelas yang kita hadiri. Trust me, dulu gw nyaris an-sos. Sampe gw akhirnya sadar kalo ga kenal orang, maka kita ga akan tau gimana caranya menghadapi orang lain dibelakangnya.

Semoga para pembaca juga jangan menjadi seorang an-sos.




Salam manis,

Sabtu, 05 Maret 2011

Bagaimana Bisa~

Malaaammmm.... Or should I say, Pagi semuanyaaaa :D

Currently, gw sedang menulis entry baru pada pukul 12.15 AM (menurut jam laptop) bersama kedua orang temen gw, Desi dan Nimas, di kosan baru gw di Gisiksari, Semarang. Dengan mengandalkan perut kenyang dan wi-fi gratis serta hari libur sabtu-minggu, gw akhirnya berinisiatif untuk menulisi kembali blog abal ini lagi. hehehehe.

Goyang pompom.

Berkenaan dengan judul entri kali ini, mungkin para pembaca tau lagunya band Kotak yang judulnya 'Masih Cinta'. Ada bagian yang bunyinya gini : "Bagaimana bisa, kamu lupakan yang tak mungkin dilupakan~" jujur aja, gw suka banget ama suaranya Tantri Kotak di bagian ini (errrr... itu ga salah kan liriknya ya? itu seinget gw aja -,- ). Pernah denger kan suaranya Tantri Kotak yang serek-serek berat basah itu? Keren abis.

Nah, gw pengen punya suara kaya gitu. Tapi, berhubung gw ditakdirkan untuk punya pita suara setipis tali beha, yang ada bukannya serek-serek basah berat, malah berat-nyaring gaje. Mungkin kalo diumpamakan bisa sama kaya suaranya Gita Gutawa kejepit pintu kulkas. Hem, ga begitu juga si, tapi... er... nyaris.

Salto dari lantai tiga.

Lanjut ke masalah lain yang terjadi sebelum usaha tragis gw untuk menyamakan suara dengan Tantri Kotak.

Gw seneng banget hari ini karena gw bisa mengulang bagaimana sensasi makan makanan berlemak pada tengah malam. Sebodo dengan LDL dan lemak jenuh, yang penting gw kenyang. Gw seharian baru makan sekali dengan sarapnya di Tembalang. Thanks to warung makan Ampera, nasi gratis anda sangat bermanfaat bagi manusia-manusia yang telat-makan-karena-kuliah-dan-tidak-bisa-bangun-pagi-untuk-sarapan seperti saya ini. Kenyang mampus, suer., dan enak abis. Rasanya catering pesawat bisa terancam kalah kalo tiba-tiba Ampera melebarkan bisnisnya ke katering pesawat.

Oke, ngaco. Benerin sekrup otak.

Beralih ke makanan tengah malam. Gw makan sate. SATE, woy!!! Enak abis. Sate satu set bersama lontong seharga 10 ribu rupiah membuat gw bergairah.

Snack tengah malam ini bermula saat gw merasa terlalu lapar saat jam menunjukkan pukul 11 malam. Gw udah terlalu capek buat nyalain motor dan jalan keluar kos. Niat bikin susu-pun datang menghampiri, tapi setelah perhitungan kalori cepat di otak, gw memperkirakan segelas susu hanya akan menentramkan hipotalamus gw dalam waktu singkat. Ga lebih dari sejam lah.

Hipotalamus gw yang galau tiba-tiba mendengar suara nyaring, "SATEEEEEE!!!"

Omigoat! Rasanya orkestra baru aja konser di depan kos gw.

Dengan semangat 45, gw teriak dari lantai 3, "ABAAAANNGG!!! BELI SATEEEE!!! BERENTI DISITU!!"

Akhirnya hipotalamus gw menunjukkan tanda kemenangan setelah ada jawaban cantik dari abang sate, "IYO!"

Gw, Nimas, dan Desi buru-buru turun buat menghampiri abang sate penyelamat perut sekarat itu. Setelah buka gembok, uhuuuiiialalabumbum, ada abang sate lagi manasin bara buat bakar sate. Tanpa pikir panjang, langsung lah pesen 3 bungkus.

Menunggu bentar, sate idaman pun jadi dengan aduhai dan kita pun makan dengan aduhai. tanpa banyak bacot dan tanpa komentar apapun selain mengomentari satenya yang enak mampus.

Akhirnya, setelah saat-saat eksotis bersama sate ayam, gw mengakhirinya dengan susu milo anget. Uh, surga sedang berpihak pada gw.

Thank God, kenyang to the max :D

All settled, perut kenyang, kesampean minum susu, dan akhirnya sms-an lagi sama pacar gw. A nice deep sleep should be a perfect end of the day. Siap-siap besok mau nyuci-nyuci dan rapat bersama HMIG Undip.






Lovindy, over and out.

salam "Bagaimana bisa~"


Selasa, 21 Desember 2010

New Life : Filosofi Cuci-Mencuci

Hoaahhhh~ berapa tahun ga gw apdet ni blog? Kangen nulis disini lagi...
Padahal tadinya sempet lupa ternyata gw punya blog.

Yappoi! Goyangkan pompom dengan kembaliknya Lovindy~ *dilempar galah orang sekampung*

Thank God, sekarang gw udah menjalani hidup baru dunia perkuliahan di Semarang. Walaupun pertamanya berat dan ngeselin, kerena udah harus pisah dari orang tua dan ngurus segalanya sendiri, tapi lama kelamaan gw bisa enjoy dan menikmati masa privasi gw yang baru dengan seluas-luasnya. Hal positif lain yang gw suka dari datangnya privasi lebih ini adalah gw jadi tau gimana enaknya mngerjakan pekerjaan rumah yang selama ini biasanya pake mesin, jadi gw kerjain pake tangan.

Yap, benar sekali sodara-sodara : Mencuci baju

Entah kenapa, tapi sejak mulai ngekos dan hidup sendiri, gw mulai menikmati proses cuci-mencuci baju. Dari mulai rendem baju sampe meres-meres mau jemur. Bagian yang laing gw suka adalah waktu mengucek.

What?? Mengucek? Makanan apa lagi itu?

Okay, I know it sounds silly. Tapi gw seneng waktu ngucek baju itu gw bisa sambil merenung, mikirin apa yang telah dan akan gw lakukan setelahfase mencuci itu selesai. Biasanya, kalo gw abis marahan atau ngamuk sama temen gw di kampus, gw akan nyuci dan mikirin gw harus ngapain kalo ketemu dia lagi. Harus gw gampar atau mutilasi? Kan ribet nyari senjatanya.

Oke ngaco. Gw bukan psikopat. GW BUKAN PSIKOPAT. TITIK.

Yah, mulai ngaco kan tulisan gw. Oke, ga serius lah. Gw bukan tipe penyerang, gw tipe gerilya. Nyerangnya diem-diem.

Halaaaah, apa pula ini. Lanjut ah yang bener.

Intinya, gw suka waktu cuci-mencuci ini. Karena gw bisa punya waktu buat introspeksi diri dan belajar buat sabar. Bukan, bukan dengan marahan trus gw nyuci sambil nahan biar ga marah, itu cara kuno. Sabar dengan mengucek dan memeras baju gw satu persatu. Gw belajar kalo memeras bikin hasil cucian jadi lebih bersih, karena ga ada sisa sabun di baju nanti. Beda ama kalo cuma dicelup-celup doang, pasti masi ada sisa sabut putih-putih nempel, trus bajunya jadi lengket.

Kesimpulan yang bisa gw ambil dari proses cuci ini : kalo mau suatu tujuan yang bagus, kita harus berusaha lebih keras, sabar, teliti, dan tekun dalam mencapai tujuan itu. Sama kaya kita mau nyuci, tujuannya baju bersih toh? Maka dari itu ada proses merendam, mengucek, memeras, dan menjemur, supaya hasil baju yang diinginkan bisa sempurna dan bersih, ga lupa tentunya nyaman untuk dipakai.

Nah, kita sampai pada bagian penyempurnaan : Menyetrika.

Asli, gw sebel abis nyetrika.

No offense ya, kalo setrikaannya asik a.k.a panas dan gede, enak buat nyetrika. Masalahnya, setrika yang ada di kamar kosan gw itu kecil dan anget-anget ga jelas gimanaaaa gitu. Jadilah gw sebel ama tu setrika.

Padahal klo misalnya mau ngelatih kesabaran, nyetrika bakal lebih menyempurnakan filosofi cuci-mencuci gw.

Goyang pompom.

Hufh~ karena setitik halangan bernama 'setrika', akhirnya gw nyerah buat nyuci. Gw milih londri.

Yeah, all hail laundry!!!! Tinggal masuk, ambil, bayar, dan wangiiiiii~


Akhir kata, semoaga filosofi cuci-mencuci gw bisa berguna buat orang-orang yang kesabarannya cepet abis.







Lovindy, over and out.


Sabtu, 14 Agustus 2010

Figurines

Minna-chama~ ohayou gozaimasu!

Errr-gw tau ini udah jam setengah sebelas, apakah masi bisa dibilang selamat pagi? anggap aja iya.

Gw udah positif kuliah di Undip Semarang, tinggal nunggu hari senin nanti gw mau lapor diri ke kampus Tembalang, dan voila, gw (harusnya) resmi terdaftar jadi mahasiswi (pengacau) baru di Universitas Diponegoro.

Nah, karena gw akan ke luar kota, otomatis gw pasti akan ngekos dong. Sebetulnya gw bisa aja tinggal di rumah nenek gw, tapi gw udah tekad mau ngekos, dan bonyok pun udah ikut merestui gw ngekos. So, it fixed that I'm going to Ngekos! Yeehaw.

Yang namanya ngekos, pasti kamarnya ga gede-gede amat dong. Minimal 3x3 meter lah kaya kamar gw di rumah. Mengantisipasi hal itu, gw lagi rajin-rajinnya menyeleksi barang-barang apa yang akan gw bawa ke kamar baru gw nanti. Gak lupa juga gw pengen mendesain letak barang-barang itu di kamar gw nanti.

Gw sampai pada bagian meja belajar. Gw pengennya meja belajar yang sederhana aja, ga usa terlalu banyak barang. Yang penting muat buat naro beberapa buku, laptop, dan lampu belajar.

Kemudian gw ngeliat gambar ini :






-all pictures are courtesy of Danny Choo (http://www.dannychoo.com/landscape/en/figures/#landing)-

Yang paling atas ada meja kerjanya Danny Choo, begitu juga dengan bawahnya. Dan gambar ketiga adalah figurine Saber dari Fate/Stay Night. Gw suka banget ama tokoh pembawa pedang yang satu itu.

Liat gambar-gambar ini, gw jadi membayangkan punya meja belajar yang ala-anime kaya gitu juga. Beh, gejala otaku anime gw nambah kali.

Gw pengen punya meja belajar yang kaya meja kerjanya Danny Choo gitu. Cuma ya... Poster dan figurine-nya jangan tokoh-tokoh dari Ecchi yang bra-nya kemana-mana. Gw tentu akan membudidayakan figurine tokoh-tokoh cowok ganteng bin keren.

Kalo dibayangkan seperti apa meja-maunya-gw, kira-kira seperti ini :

Posternya diganti sama posternya Detective Conan yang gambar Shinichi Kudo pake seragam sekolah. Poster yang posisinya tidur, diganti sama posternya Roy Mustang lagi tidur. Bah! Mangstap. Lalu, dolfie-nya (figur yang agak gede), diganti sama karakternya Fullmetal Alchemist. Ada Ed, Alphonse versi armor dan orang, Roy, Riza, Winry, Hughes, dan lainnya. Gak lupa dolfie-nya ke-7 homunculus yang hot-hot banget.

Terus, di rak atas yang penuh figurine ukuran standar, diisi figur dari Detective Conan, Nodame Cantabile, Saiunkoku Monogatari, Fullmetal Alchemist (lagi), Fate/Stay Night, Gakuen Alice, Sailor Moon, Naruto, Bleach, Itazura na Kiss, Junjo Romantica, dan lainnnya yang gw suka. Terutama, banyakin figur ama dolfie Roy Mustang dan Edward Elric, segala pose kalo bisa.

Gak cukup cuma meja belajar, lanjut ke hal-kamar-lain :

Kalo soal sarung bantal, errr- gw maunya gambar Edward. Sarung gulingnya gambar Roy Mustang, biar bisa gw peluk-peluk. Hahahahahaha! *ketawa mesum* Di sebelahnya boneka Roy Mustang sama bonekanya Shinichi. Tidur gw dijamin nyenyak, nyak, nyak.

Rak bukunya gambar Nodame Cantabile. Trus ada tasnya Nodame yang motif piano itu. Nanti isi raknya komik-komik gw dan buku pelajaran (tentunya).

lemari bajunya gambar pikachu yang pernah gw miliki jaman gw SMP dulu. Sumpah, pikachu-nya bagus banget. Isinya kaos-kaos tema anime. Waaaah, anime otaku banget ya? -_-"

Gak lupa, gw kepengen bikin jaket atau kaos yang temanya fullmetal alchemist. Yah, itu bisa menunggu sampai gw pindah dan punya duit sendiri. Kalo bisa kaosnya warna hitam, terus ditengahnya ada tulisan 'the flame alchemist' warna putih. Tapi kata 'flame'-nya warna merah. Dibagian belakang kaos ada gambar transmutation circle Flame Alchemy warna merah.

It's just too damn perfect.

Hahaha, cuma gara-gara kumpulan foto figur anime, gw jadi mengkhayal jauh entah kemana. Yah, namanya juga keinginan.

Yang jelas, gw masih berburu silver pocket watch-nya Fullmetal Alchemist.


Salam gaul dari mahasiswi (cieee) gaul,

Rabu, 11 Agustus 2010

Happy August

Yo Fellas!!

Akhirnya bisa posting lagi. Senangnyaaaaa~

Minna-san, akhirnya setelah penantian yang amat panjang, dan usaha sampe guling-gulingan di lantai, gw akhirnya busa melanjutkan pendidikan perguruan negri di Universitas Diponegoro, Semarang, jurusan Ilmu Gizi. Puji Tuhan, gw seneng ampe ke ubun-ubun.

Ini adalah tampilan waktu gw cek hasil lewat web :

Well agak kecil tulisannya, mungkin kalo di klik akan lebih besar. :)

Disitu tulisannya masih 'calon mahasiswa universitas diponegoro', tapi akan gw bikin jadi beneran mahasiswa, hehehehe. Amiiiinn.

Hontou ni arigatou buat semua yang udah doain. Dari mulai keluarga, teman-teman, dan semua yang ga bisa gw sebut satu persatu. Makasi banget banget banget. Gw nyaris mau guling-guling di tengah kota Semarang. Tapi takut dibuang ke kebon binatang, jadi gw diem aja sambil nangis bahagia.

Suer, gw nangis bahagia. Sesenggukan udah kaya apa tau.

Nyokap, bokap, dan kakak gw juga bersyukur banget. Emang sih mereka ga berekspresi kaya gw ampe nangis-nangis dan guling-gulingan, tapi dengan senyum dan usapan di kepala dan ucapan 'akhirnya ya, dek'. Gw nyaris nangis untuk kedua kalinya.

Reaksi yang gw dapet pertama adalahd ari bokap dulu (walaupun yang liatin pengumuman adalah kakak gw, gw ama nyokap lagi di jogja). Bokap di rumah sendirian, beliau ga bisa ikut gw ama nyokap ke jogja karena ga bisa cuti dari kantor. Katanya udah kebanyakan cuti dari sejak gw tes unsri ke palembang.

Balik ke soal reaksi beliau, begitu dikasi tau gw masuk Undip, beliau langsung telpon gw dan bilang 'selamat!!!'. Gw emang ga bisa liat mukanya, tapi gw tau beliau pasti lagi nyengir lebar sampe semua giginya keliatan.

Terus, nyokap gw. Nyokap emang ga ikutan nangis dan lalala sentimental lainnya. Tapi gw tau dari cara dia membeberkan bagaimana gw dapet undip, jurusannya, dan lainnya ke setiap orang yang nanyain gimana perkembangan perburuan pencari PTN gw.

She keeps telling out loud about everything I made. No mean for arrogancy. But just to show how happy she was.

Langsung keliatan, beliau seneng ga terkira. Dan yang gw notice lagi : nyokap setuju dengan apapun yang gw minta. Gw minta beliin dvd, langsung setuju. Gw minta ke kampus naik sepeda, langsung setuju. Waw. Gw ga pernah kaya gini sebelumnya.

Sebagai anak berbakti, gw ga minta banyak-banyak. Cukup DVD anime, komik, dan sepeda. (itu banyak, nyet!) :)

Kakak gw.... Hmm... He showed no damn expression. Masi dingin dan sebagainya. Tapi, terakhir kali gw liat. Senyumnya lebih lebar dari biasa. Itu udah cukup bikin gw senyum balik.

Haha, dasar Edward Elric edisi Manado-Jawa.

Oke, sekian untuk post hari ini. Gw akan kembali mengepost seperti biasa.


Salam gaul dari bocah gaul,

Senin, 19 Juli 2010

The Registration Adventure

Konnichiwaaaaaa~

Gw baru pulang dari perjalanan paling singkat ke jakarta. Hehe.

Tadi gw jalan dari rumah jam 7 lewat dikit. Pas baru bangun tidur, rasanya sebagian isi kepala gw masi di alam mimpi. Puyeeeung... Thanks to Airbud movie yang bikin gw ga bisa tidur. Humph.

Oke lanjut.

Per-bolang-an gw ke jakarta selatan kali ini di dampingi oleh nyokap gw. Bokap ke kantor bersama mobilna, jadilah gw ke jakarta naik bis. Mangstap.

Sesuai yang gw tau dari pengamatan gw kemarin pas survey bank sumsel, gw akan naik bis dari ciledug, tepatnya dari sebrang RS Sari Asih. Kenapa RS? Ini adalah hasil ide brilian nyokap gw. Nyokap itu sering naik motor ke tempat tertentu, terus titipin motornya dan ngabur naik angkot atau bis ke kota. Nah, karena hari ini kita mau pergi pagi, dan mall CBD ciledug belom buka jam 7, nyokap akhirnya memutuskan menitipkan motor di RS. Which is RS buka 24 jam. Great idea, mom! :D

Abis parkir motor dan berlalu keluar rumah sakit dengan muka innocent-minta-ditabok, gw ama nyokap sukses nyebrang ke ruko yang biasa dipake buat nunggu bis.

Eniwei, gw ama nyokap ga naik bis AC atau patas. Kita naik metromini.

Ya sodara-sodara, kita naik angkutan umum bis mini berwarna oranye yang kalo jalan miring ke kiri.

Excited banget gw.

Gw naik yang nomer 69. Kebetulan metromininya baru muter, jadi masi sepi. Belom miring. Gw ama nyokap naik. Nyokap duduk sebelah jendela, gw duduk nyang ke arah luar.

Kesan pertama gw naik metromini (udah brapa taun ga naik), grepe-grepe mulu nih!

Gak, gw bukan di grepe-grepe yang gimanaaaa gitu, tapi beneran kepegang terus.

Oke, kalimatnya masi ambigu.

Kepegangnya tu kepegang kepala, pundak, rambut gw kadang kejambak, dan tulang belikat kiri gw di geser terus. Kalo tiba-tiba bahu gw naik sebelah dan leher gw tengkleng, gw tau penyebabnya sekarang.

Sumpe, baru juga jalan berapa meter, udah dapet penumpang lagi. Cukup jalan kurang lebih 1 Km, metromini-nya udah penuh, dan miring. Miring, sodara-sodara.

Selama perjalanan cukup menyenangkan, walaupun agak pengap karena orang-orang yang berdesakan. Gw mau denger lagu, saking berisiknya mesin, volume full aja ga ngaruh. Tapi yasuhdahlah.

Akhinya gw ama nyokap turun di pintu masuk mayestik. Rencananya, setelah kita turun dari metromini, bakal lanjut naik bajaj ke grand panglima polim, pertokoan yang kita tuju. Turun dari metromini, gw baru merasakan kalo udara jakarta ga begitu jelek, apalagi kalo dibandingin sama pengapnya metromini.

Gw udah excited banget mau naik bajaj (norak abis), eh tiba-tiba nyokap manggil taksi. Yah, kesempatan gw untuk nyanyi di bajaj hilang seketika. Gw cengengesan aja sambil masuk ke taksi blue bird itu.

Selama di taksi, pikiran pertama gw : adem dan muka abangnya lucu (dua hal yang tidak nyambung sekali).

Gw yang pada dasarnya emang udah ngantuk, di dalem taksi jadi makin ngantuk. Gw udah nunduk-nunduk hampir kejedot pintu mobil. Takut pintunya lebam, gw akhirnya nyender aja. Biarkan nyokap yang lihat jalan, hehehe.

Akhirnya gw nyampe di grand panglima polim, abang taksinya nganterin sampe pintu depan. Dan kebetulan Bank Sumsel letaknya pas di depan pintu masuk.

Gw ama nyokap masuk ke bank. Gw disambut oleh sesosok satpam berbaju putih.

Satpamnya nanya, "Ada yang bisa dibantu?"

Gw jawab, "Ehhm, mau daftar mas."

Dia nanya lagi, "Unsri yah?"

Gw ngangguk sambil bilang iya. Gw liat sekeliling dan menemukan tempat nomor antrian. Gw liat sekeliling ruangan bank, ga terlalu rame, sepi malah. Cuma ada seorang bapak paruh baya sama cowok seumuran gw, mungkin lebih tua setaun. Gw baru mau ambil nomer antrian, eh si satpam ngomong, "Ga usa ambil nomer dek."

Gw malah cengo, "Ha? O-oh iya. Hehe."

Satpamnya bilang lagi, "Silahkan tunggu sebentar ya, sama siapkan KTP-nya."

Gw bilang iya.

Gw ama nyokap duduk di kursi tunggu. Kursinya empuk, hampir gw ketiduran. Untung nyokap langsung ngingetin buat ngambil KTP. Gw ambil KTP dari dompet gw. Dengan senyum jumawa, gw pamerin ke nyokap hasil KTP gw yang baru disetrika laminating-an-nya.

Gw : "Hehe, udah di setrika kan ma?" (bangga abis)

Nyokap : "Oh. Untung udah."

Gw : "Yaiyalah, kan vindy kemaren abis vindy daftar undip, ada suara inisiatif gitu bilang 'setrika KTP-nya, setrika KTP-nya, setrika KTP-nyaaaa' gitu."

Nyokap : -diem- -mungkin dia pikir anaknya kebanyakan makan batre alkali-

Ga mau bikin nyokap tambah ilfil, gw milih diem dan nunggu si satpam manggil.

Tiba-tiba si satpam dateng, "Dek, KTPnya?"

Gw ngasi KTP gw.

Nah, pada saat itu gw baru nyadar. Satpamnya oke juga nih.

Badannya tinggi gede gitu (tipikal satpam tau laaah), cuma perutnya ga buncit-buncit amat. Trus mukannya garang tapi baik (apa pula ini). Intinya, satpamnya keren lah. Sayang ga ada bordiran nama dia di seragamnya.

Liat ada satpam oke, gw jadi inget idola temen gw, Donny Alamsyah.

Gw inget si Donny Alamsyah ini kalo main di FTV sering jadi tukang. Entah tukang soto, tukang parkir, tukang nasi kucing, dan tukang-tukang lainnya. Nah, gara-gara tu satpamnya keren, gw pikir pertamanya dia Donny Alamsyah, hampir aja gw bilang, "Donny Alamsyah kan? Topengnya lepas dong! Beneran Donny kan? Iya kan? IYA KAN??!!"

Takut di depak ke tong sampah, gw diem aja.

Satpam Donny (panggilnya gitu aja ya) itu ternyata abis memfotokopi KTP gw buat dikasi ke teller-nya. Dia bilang ama tellernya, gw mau daftar unsri. Si mbak teller langusng ngetik-ngetik sesuatu di komputernya.

Ga berapa lama, nama gw dipanggil. Gw langsung maju ke teller.

Setelah ngisi ini itu, gw nunggu si mbaknya proses pendaftaran gw. Oia, nama mbaknya Sri.

Gw lagi berdiri di depan teller sambil nungguin mbak Sri ngetik, tiba-tiba dia nanya, "Orang Palembang ya mbak?"

Gw lagi budek, "Hah?"

"Orang Palembang?"

Gw ketawa kecil, "Bukan mbak."

"Ooh, mau ambil apa? FK ya? S1?"

"He?" Gw cengo bentar, gw ga inget kalo gw pernah bilang mau ambil FK, "Iya mbak."

"Hoo."

Gw senyum aja.

Akhirnya mbak Sri selesai ngurusin ini itu buat daftar gw. Dia ngasi bukti print-an yang memuat nomer PIN buat gw daftar online. Dia nerangin ini itu yang harus gw lakukan.

Beres, udah bayar, gw ama nyokap jalan keluar dari bank. Gak lupa bilang makasi buat si Satpam Donny dan Mbak Sri.

Keluar dari bank, nyokap ngusulin langsung pulang. Gw ngusulin beli makan. Laper cuy, belom sarapan.

Kita nyebrang buat nyari jalan pulang. Nyokap bilang metromini yang ke ciledug nanti adanya di Taman Puring. Kesananya kita naik bajaj.

Denger bajaj disebut, gw girang lagi.

Nyokap manggil bajaj. Nyokap nanya harga ke taman puring, setelah tawar-menawar, akhirnya ditentukan harga 8000 rupiah untuk ke taman puring.

Gw yang dari tadi sibuk merhatiin sekitar grand Panglima Polim, akhirnya baru fokus ke bajaj dan abangnya.

Abangnya pake kaos oranye. Matching sekali dengan bajajnya. Gw nyaris mau ngakak di pinggir jalan.

Akhirnya gw paham yang sering dibilang ama orang : Biasanya orang berdandan sama dengan peliharaanya. Bajaj emang bukan peliharaan, tapi kan sama-sama milik, toh? (maksa abis)

Gw ama nyokap sukses naik bajaj. Gw excited dan ga henti-hentinya senyuuum. Selain karena bajajnya yang bergetar gila-gilaan, belum lagi pemandangan abang bajaj yang berkamuflase di bajaj pake kaos oranye.

Sampai di taman puring, aman, dan utuh.

Di taman puring, pikiran gw udah berputar seputar makan dan pulang. Udah ga konek kemana-mana.

Gak lama, metromini-nya dateng. Masih sepi juga. Oh, kalo kaya gini, cinta deh gw ama metromini.

Humph, perjalanan pulang ga begitu menarik. Soalnya jalanan sepi, ga kaya pas berangkat. Di dalem bis aja sepi, penumpangnya dikit. -_____-"

Anyway, err... Perjalanan ini terhitung singkat buat gw. Gw jalan jam 7an dari rumah, dan udah di rumah lagi jam setengah 11. Mengingat tujuan gw adalah jakarta, naik angkutan umum, dan melalui ciledug yang merupakan daerah muachet.

Apakah ini artinya 'lancar'? Semoga iya. :)

Sekarang, kartu peserta udah di tangan gw. Gw siap untuk ujian :)

Wish me luck. ^^



Salam gaul dar bocah gaul,

Sabtu, 17 Juli 2010

Wallpaper Baru

Gw mau pamer desktop baru gw yang pake wallpaper roy mustang lagi melihat bintang. Cihuy banget... :D

here it goes...




Setelah kemaren menerima hasil SNMPTN, gw pikir gw perlu sesuatu yang bisa membantu gw memulihkan keadaan mental gw. Setelah scanning folder gambar fullmetal yang bejibun, ketemu juga ni gambar. Roy-nya keliatan ganteng. Hahahahaha~ :D

Gw mau mulai belajar dulu. ^^ pray for me, will you? :)


Salam gaul dari bocah gaul,

Kembali dari Nol

Selamat soreeee~ :)

Menindaklanjuti reaksi gw terhadap hasil SNMPTN, gw udah bisa mulai menstabilkan emosi gw. Yah, tapi gw masih males buka fesbuk dan bales sms. Jadi buat para teman yang sms gw dan ga dibales, maafkan saya yaaaa... Gw lagi dalam masa 'pembetulan mood'.

Gw tadi abis berkelana ke jalan panglima polim - Jakarta Selatan. Misi gw hari ini adalah mencari letak bank Sumsel-Babel yang menjadi tempat pembayaran pendaftaran untuk USM Unsri yang akan gw ikuti pada tanggal 21-22 Juli 2010. Doakan saya ya!!!

Kemaren malem, gw udah survey jalan dan letak bank daerah itu. Aduh mami, cabangnya sedikit banget yang di pulau jawa, untung ada di jakarta. Kalo cuma di sumatra, tamatlah gw.

Berhubung ini hari sabtu, dan bank itu tutup kalo hari sabtu, jadinya gw akan kesana lagi pada hari senin besok. Sekalian pulangnya langsung daftar online. Yoshiiiii, semangat semangaaaat!!!

Oia, gw juga daftar UM 2 Undip. Gw ambil jurusan Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Tesnya nanti tanggal 25 Juli di Lab. School Kebayoran Lama. Hmm, waktunya mepet banget ya. Semoga gw punya energi lebih.

Ini adalah bukti pendaftaran UM Undip gw : (mau pamer ah~ hehehe)

hee?? tulisannya kecil amat?! Kalo mau gedein, di klik aja yah.

Karena judulnya ujian mandiri, gw harus mulai belajar lagi. Harus lebih keras deh kayaknya.

Kembali dari nol, mungkin?

Gw harap jangan dari nol. Pusing gimana belajarnya. -______-"

Wish some luck for me. :)


Love,

Jumat, 16 Juli 2010

Keep Moving Forward

Fellas, gw ga tembus ujian SNMPTN.

Dunia gw berasa runtuh berkali-kali. Udah ancur, ketimpa tangga, digerus pake piano.

Sedihnya banget-banget.

Gw nangis. Lama. Meratapi diri yang ga bisa tembus SNMPTN.

Gw udah gagal bikin semua orang bangga.

Gw gagal bikin nyokap bokap dan kakak gw bangga.

Tapi yang gw heran, nyokap bokap masih bisa kuat.

Mereka meluk gw, bilang, "Mungkin ini bukan jalannya. Mungkin adek jalannya agak jauh dikit."

Gw masi kekeh nangis ga ketulungan.

Nyokap nanya, "Mana lagi yang masih buka pendaftaran?"

Gw bilang ada Unsri sama Unibraw.

Nyokap bokap manas-manasin gw suruh meneliti kedua universitas itu.

Yaudah gw ikutin.

Sekarang, gw udah di hadapan laptop. Nyari kesana kemari soal pendaftaran Unsri.

Yeah, putusan dijatuhkan pada Unsri.

Artinya : Bye bye FK Unibraw. It's nice to know you.

Gw harus tetep semangat.

Ketidaklulusan gw ga berarti kiamat. Kata pepatah, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, kan?

Gw harus tetap maju, jalan.

Seperti kata-kata yang selalu ditekankan di Fullmetal Alchemist : Mae ni susunde. Keep Moving Forward.

Keep Moving Forward.

Kata-kata yang simpel, tapi maknanya dalem buat gw.

Itu yang akan gw lakukan.

Keep Moving Forward.


Gw ga akan kalah disini.


Love,

Kamis, 15 Juli 2010

Five Minutes Ostrich

Gw lagi terjebak antara malu dan perasaan 'kepergok'. Rasanya pengen gitu terkunci di dimana gw sendirian ga ada yang ganggu kecuali keluarga gw. Fesbuk dan twitter udah ga aman buat gw. Untung masi ada blog, animax, ama fanfic. Kalo gak, gw ga tau deh gimana mau sembunyi tapi tetep eksis. *yeeedasarlovindynarsis*

Ah, sial.

Gw selama ini 'terhantui' oleh beberapa orang yang kelakuannya aneh terhadap gw. Sedikit gw deket ama orang lain, dikomentarin. Giliran gw jauhin orang yang dimaksud, malah kayak dianggap jahat. What the hell? Gw jadi bingung sendiri gini. Rasanya gw dikejer dimana-mana. Yah, ga seekstrim 'dikejer-kejer' sih. Tapi belakangan berasa kaya gitu.

Karena perasaan gw yang merasa terhantui ini, gw tiba-tiba pengen jadi burung unta.

Tau burung unta kan? Yang gede, tinggi, dan ukuran mata lebih besar dari pada otak. Belum lagi larinya cepet dan biasanya ditakuti orang karena galak.

Burung unta punya kebiasaan buat mendem kepalanya di dalem tanah atau pasir buat bersembunyi dari musuhnya. Emang ga meaning sih. Abisnya masa kepalanya yang kecil dipendem, badannya yang segede gaban dibiarin diatas tanah. Haduh, pinter-pinter-benga.

Ini lah kenampakan aduhai si burung unta.


Gw pengen jadi burung unta itu. Ga usa lama-lama, lima meniiit ajah. Gw pengen sembunyi dari semua rasa terhantui dan 'dikejar-kejar' ini. Gw ngerasa gw akar permasalahan yang terjadi diantara 'beberapa orang' yang gw kenal.

Haduh, jadi banyak tanda kutip gitu. Maaf yak, abisnya gw ga bisa nyebut nama orang yang bersangkutan.

Nah, setelah gw jadi burung unta, gw mau mendemin kepala di tanah selama 4 menit. 1 menit terakhirnya dipake buat lari-lari menikmati suburnya badan burung unta yang gede serta kaki panjang yang ramping.

Hadooohh..... Damn, bisa ga sih gw bersosialisasi dengan damai dan tidak ada perasaan dikejer-kejer gini??? Geez!

Haaahh~ Ternyata banyak pikiran bisa berdampak kaya gini ya.


Lovindy, over and out.


Salam gaul dari bocah gaul,

Sleepover

Hola minna-san~

Selamat gini hari.

Rumah gw baru aja diinvasi oleh temen-temen gw dalam acara sleepover, atau bahasa gaulnya : acara nginep-nginep-an. Gak lama-lama sih, cuma 2 hari semalem doang. Tapi bener-bener berkesan banget. Gw seneng bisa ketawa ketiwi lagi bareng temen-temen BBB wanna be girls yang udah hampir 3 tahun temenan. :') love you so much gals ^^

Cicha, Wedhe, dan Aisha adalah tersangka penginap di rumah gw pada kesempatan kali ini.

Gw seneng banget bisa foto-foto, cerita-cerita, bikin video ala marshanda yang gw curiga bakalan di publish di yutub, tidur ngemper di karpet sempit-sempitan ky di pengungsian, dan yang paling spektakuler, merapikan kamar gw yang berantakan-ancur-banget-banget-stadium-7 jadi kamar layak pakai yang udah berseprai. Akhirnya gw bisa bilang ruangan itu sebagai 'kamar'. Hehehe, thanks fellas.

Oia, gw udah sebut kan kita bikin video ala marshanda yang menggemparkan dunia persilatan itu? Kita bikin video kaya gitu pake handycam gw, pada jam setengah 1 pagi.

Ya, setengah satu pagi.

Gak lah, kita gak pake ngomel-ngomel ngatain orang ga tau diri. Emang si ada, hehe. Tapi ga frontal kayak marshanda yang langsung nembak nama begitu. Dan kita emang punya alasan yang kuat banget buat ngatain itu orang.

Oke, it's not really polite, but I think they won't give it a damn about it, because it's true.

Akhirnya, setelah amarah gw untuk seorang cwo yang gw benci bisa ketumpah juga pada video itu. Gw omelin sampe temen-temen gw narik-narik bilang 'udahan pe!!'. Takut gw makan handycamnya kali ya.

Then, gw seneng juga karena di sleepover ini akhirnya kita bisa membuka semua rahasia yang kita simpan selama ini karena tersandung kata-kata 'sekolah', 'sekelas', dan 'teman'. Masalahnya kebanyakan tentang cowok. Hahaha, dasar anak SMA, ga jauh-jauh dari masalah cinta.

Gw juga seneng karena ternyata selama ini terbukti temen-temen gw beneran sayang banget sama gw. Apalagi setelah terbuka kejelasan antara gw, cicha, dan seorang cwo yang gw benci banget. Mungkin bisa gw jadiin sinetron deh tu cerita. -__-"

Pokoknya, itu adalah best moment gw with friends setelah farewell IPA3 beberapa minggu yang lalu. Gw seneng karena di SMA ini gw merasa temen gw lebih solid. Bukannya yang sebelumnya ga solid, tapi ya taulah 'high school never ends', right?

Gw harap akan ada acara sleepover kayak gini lagi. Sama temen-temen BBB atau sama yang lain.

Hiks.... :'( I will miss u guys.

Oia, gw mau kasi liat hasil beberapa foto yang kita ambil selama acara sleepover ini.



Gw yang pake celana pendek sendiri. -____-"


Love you my dear friends.♥♥♥


Salam gaul dari bocah gaul,


Selasa, 13 Juli 2010

Abstract

Konbanwa.

Haueh~ Sekarang adalah saat-saat dimana gw ga bisa memfokuskan pikiran gw pada sesuatu. Bingung mau mikirin apa. Mau mikirin fanfic baru, mood-nya belom dateng. Mau mikirn pajamas party besok, malah takut ga bisa tidur gara-gara kesenengan. Mau baca online comic, pikiran gw malah bercabang kemana-mana, ga bisa ngartiin dialognya. Padahal mah bahasa inggrisnya masi yang gampang dimengerti. Mau browsing fanfic lagi, yang browsing kmaren aja blom dibaca.

Pada saat kaya gini, gw akan merasa seperti orang aneh.

Gw ga bisa memusatkan pikiran gw pada satu topik. Semua yang gw kenal, berputar-putar di dalam otak gw. Ga punya satu fokus untuk melakukan atau memikirkan sesuatu.

Biasanya kalo malem-malem gini sebelum tidur, gw akan membongkar folder fanfic di laptop gw, sambil nyetel lagu biar ga sepi. Biasanya pikiran gw akan langsung fokus. Entah ke fanfic, fullmetal, anime, atau seseorang.

Not a particular person, just someone. Seseorang yang gw ga tau siapa.

Nah, kalau udah sampe ke pikiran tentang entah-siapa-orang-itu, biasanya gw akan kembali menjadi orang abstrak dan ga bisa fokus lagi. Pikiran gw seolah-olah pecah dan bertebaran dimana-mana. Dan gw ga bisa mengambil barang satu dari ribuan pecahan itu. Otak gw kayak abis di keluarin, diaduk-aduk isinya, terus dibalikin lagi ke batok tengkorak gw.

Rasanya apa ya? Kayak... bingung gitu.

Gw biasanya bisa memusatkan pikiran pada satu hal dalam waktu lama. Makanya, hal abstrak yang sering gw alami ini agak mengganggu buat gw. Karena ini adalah saat-saat dimana gw ga bisa menentukan sikap atau menentukan apa yang mau gw lakukan selanjutnya.

Well ya, mungkin ini yang disebut sebagai kelelahan otak. Mungkinkah?

Hhhh~ Gw akhirnya ga tau musti tutup ni post pake kata-kata apa. -____-"

Yasudahlah, gw tidur dulu. Besok temen-temen gw pada dateng pagi.


Oyasumi nasai, minna-sama ♥

Salam gaul dari bocah gaul,

Kamar Gue

Brapa hari gw ga ngepost nih??

Udah tanggal 13 aja.

Haduh, beberapa hari ini gw lemes banget. Bukan, gw abis nguli di kontrakan sebelah. Cuma karena pengaruh libur yang teramat lama dan jadwal tidur gw yang berantakan mampus, cadangan energi yang gw punya jadi sedikit banget. Baru bangun tidur aja rasanya udah mau tidur lagi. Oh, itu emang gw nya yang males ya?

Ada satu hal yang gw tandain selama kacaunya jadwal tidur gw ini : jam tidur gw nambah 1 jam jadi 6 jam. Jamannya gw sekolah, gw tidur cuma 4 sampai 5 jam. Mulai tidur jam 12an atau jam 1, bangun jam 5 atau setengah 6. Biasanya gw tahan ga tidur lagi. Yah, kecuali kalo lagi ada pelajaran bahasa indonesia, dipastikan gw udah sekarat mau tidur.

Balik lagi ke jadwal tidur. Yang gw heran, ini bener-bener straight 6 jam. Trus nanti sekitar 4 atau 5 jam setelah gw bangun, gw akan merasa ngantuk lagi. Dan biasanya tidur lanjtan gw ini akan berdurasi 2 jam atau 2 jam lebih dikit. Jadi kayak melengkapi jam tidur yang katanya 8 jam itu. Udah gitu, belakangan tidur gw dihiasi dengan mimpi yang aneh-aneh. Entah yang mimpiin Roy lah, mimpiin temen-temen SMP gw pada ngajakin ke puncak lah, yang paling ekstrim, mimpiin proyek fanfic gw yang tertunda cuma gara-gara masalah nyari nama buat OC-nya.

Kan katanya apa yang kita mimpiin adalah apa yang ada di pikiran kita.

Ya ampun, segitu pemikirnya gw.

Tadi siang, abis gw melengkapi 8 jam tidur gw, gw mimpiin sebuah nama. Di mimpi itu gw mendeskripsikan nama itu sebagai 'Jomas'. Jomas teh siapa? Yang gw tau mah Jonas brother. Ternyata eh ternyata, setelah gw menjalani mimpi pencarian nama yang aneh itu, Jomas adalah akronim dari 'Joanna Mustang'.

Bangun tidur, gw ngelongo. Gw kayak baru aja dikasi ilham buat nama Original Character gw.

Joanna Mustang, namanya bagus juga. Mungkin gw akan pake buat fanfic berikutnya.

Waktu lagi tidur itu, gw sempet kebangun sebentar. Karena rasanya belom 8 jam, gw merem lagi. Ajaib, gw dapet nama kedua buat OC gw. Sampe sekarang gw masi bingung dari mana otak bawah sadar gw itu mendapatkan tu nama.

Kebetulan, karena nama yang bermarga Mustang udah ketemu, jadi gw nyari nama yang bermarga Elric. Kemudian, keluarlah nama ini : Grazano Elric. Panggilannya Graza.

Asli, gw takjub dengan kemampuan otak bawah sadar gw.

Yah, itulah sekilas tentang tidur dan otak bawah sadar gw.

Anyway, udah hampir setaun gw tidur di kamar nyokap gw. Gak, gw ga tidur di kasurnya bertigaan gitu. GAK LAH!

Sebetulnya itu usul nyokap, karena sejak kakak gw kuliah di salatiga, rumah jadi sepi. Nyokap ga mau sesepian gitu. Akhirnya, satelah beragumen tentang hemat AC dan blah blah blah, akhirnya gw setuju kemping dikamar nyokap.

Gw gelar kasur dibawah jendela kamar nyokap. Otomatis, kalo misalnya gw bangun siangan, matahari bersinar dengan indahnya di depan mata gw. Cara yang bagus untuk membangunkan orang kalo ga ada senter yang standby.

Dengan pindahnya kasur dan kegiatan tidur-menidur gw ke kamar nyokap, otomatis kamar gw yang aslinya jadi terbengkalai banget. Kamar gw udah jadi kayak gudang penyimpan barang-barang dan buku gw. Tas berisi buku dan alat tulis dari sejak jaman tes snmptn masi ada dalam keadaan yang sama dengan waktu gw bawa dari semarang. Baju-baju yang udah dipake tapi belom kotor, digantung di senderan kursi meja belajar gw.

Meja belajar gw keadaannya lebih memprihatinkan lagi.

Tumpukan brosur dari bedah kampus UI masih ada di pojokan meja belajar. Dibawahnya ada tumpukan buku jepang gw. Di pojok yang berbeda, ada tumpukan....er... apa ya? Pokoknya tumpukan buku dan soal-soal try out gw. Di atasnya ada shower cap gw. Acur dah meja belajar gw.

Belom lagi kasur bekas gw. Di atasnya udah ada buku, baju seragam SMA yang belom sempet gw masukin lemari, soal-soal try out, buku bekas dari SMP, sumpah deh berantakan mampus. Tapi yang gw seneng, barang-barang yang gw pikir udah ilang atau lenyap dimakan berantakannya kamar gw, bisa ditemukan di kasur-ajaib gw itu. Apa emang pada dasarnya gw taro semua disitu ya? Ga tau juga deh.

Nah, tadi sore, gw berniat baik mau merapikan kamar gw. Soalnya, besok temen-temen gw pada mau nginep di rumah gw. Pajamas party gitu deh.

Gw udah sengaja tidur cepet, bangun cepet, tidur siang cepet, ga nonton BBF, cuma buat ngeluangin waktu buat ngerapiin kamar. Eeeehh... takdir berkata lain.

Gw masuk kamar.

Hati gw mencelos.

Tiba-tiba gw ga napsu.

Suer, ga napsu banget.

Gw memperhatikan tempat barang-barang yang sering gw pake. Shower cap, parfum, deodoran, tempatnya udah sesuai banget. Mau pindahin takut bingung lagi.

Akhirny dengan menyesal, gw angkat kaki dari kamar gw. Mungkin gw akan ngerapiin besok bareng temen-temen gw. Bantuin ya guys!! :D

Haahh... Ternyata sesuatu yang sangat berantakan bisa menghilangkan hasrat untuk merapikannya. Padahal gw udah pengalaman ngerapiin kamar gw itu dalam waktu singkat, yah, gw kan pemilik barang-barang disitu, jadi gw tau dimana aja letak asli barang-barang yang bertebaran disetiap sudut kamar gw.

Tapi, gw agak heran liat rak buku komik gw.

Dari semua unsur yang ada di kamar gw, rak buku komik gw itu menjadi hal paling rapi di kamar gw. Komik di susun sesuai nomernya dari yang kecil. Terus di baris atasnya, ada novel dan kamus-kamus gw, dan di baris paling atas ada kumpulan boneka yang dulu sering gw mainin. Semua terlihat rapi. Cuma ada sedikit debu doang di bagian boneka.

Ahhh~ coba aja kamar gw bisa kayak rak komik gw yang teratur begitu. -___-

Eniwei, sekarang gw lagi download lagu-lagu Maaya Sakamoto. Inilah hasil dicekokin lagunya Maaya selama perjalanan ke Semarang waktu tes snmptn bulan juni lalu.

Hmm, mungkin sekian post hari ini. Gw mau memantau hasil download-an gw.


Cau!


Salam gaul dari bocah gaul,

Jumat, 09 Juli 2010

Amazing 18

Hari ini, Jumat tanggal 9 Juli 2010.

Hari ulang tahun gw.

Puji Tuhan, seneng banget bisa sampai ke hari istimewa ini dengan sehat walafiat. Tanpa kurang suatu apapun. Hati gw sukacita banget pokoknya. Arigatooou, my Dear Jesus. Love You even more... more than anything in this world :)

Ada beberapa hal special yang gw dapet di hari ulang tahun gw ini. Salah satunya adalah temen-temen gw dari ipa 3, Enggar, Erin, sama Arkanu ngasi gw selamat ultah dalam call conference kita di skype. Yah, meskipun si Arkanu ga ngomong karena ga ada mic, tapi tetep spesial banget buat gw. Thanks ya guys, love you ^^

Notif di fesbuk gw juga ga henti-henti menyiarkan seseorang menaruh wall di profile gw. Ada juga yang ngasi selamat lewat sms. Thanks to you too guys. ^^ Gw seneng banget pokoknya.

Sebetulnya, resminya itu ultah gw baru sore tadi. Sekitar jam 4an. Nyokap bilang gw lahirnya sore, bukan pagi. Mungkin itu sebabnya gw jadi separo nokturnal gini.

But well, pada intinya, gw bahagia banget. Pada saat yang sama, gw ngerasa udah tua. Hahahaha.

Tapi ya, semoga dengan bertambah tua-nya gw , gw juga bisa semakin dewasa dan bisa menjadi individu Lovindy yang lebih baik. Yang punya guna di tengah masyarakat, yang bisa membahagiakan orang tua, dan juga yang bisa membuat semua teman-teman gw tertawa dan gak nyesel punya temen kaya gw.

Beberapa hal yang gw doakan untuk ulang tahun gw yang ke 18 ini :

- Jadi anak Tuhan yang lebih baik. Semua gak berarti apa-apa kalau tidak pakai restu dari Tuhan. ^^

- Semuanya sehat. Bokap, nyokap, dan kakak gw yang tercinta. Gak lupa sodara, kerabat, dan kawan-kawan.

- Bisa bikin bangga orang tua dan kakak gw. Gw mau berusaha buktikan sama mereka kalau selama ini gw bukan cuma gadis penyuka anime biasa. Hehehehe.

- Panjang umur. Ini permintaan yang wajar kan?

- Masuk FK unibraw atau undip. Seperti yang gw tulis diatas, gw mau bikin bokap nyokap dan kakak gw bangga. Gw akan berusaha menjadi seorang dokter yang baik dan benar. They are waiting for me to become a great doctor. ^^

- Kesuksesan untuk teman-teman gw yang lagi pada berjuang untuk mendapatkan PTN atau kedinasan. Semoga 10 tahun lagi kita ketemu udah jadi orang sukses ya. :)

- Jadi manusia yang lebih baik. Berguna ga cuma buat diri sendiri, tapi juga buat semua orang.

- Semoga tinggi gw nambah dan berat badan gw turun.

- Hidup ini menjadi lebih menarik.

- Jadi Lovindy yang lebih bertanggung jawab, berkepala dingin, dan bijak menghadapi suasana.

Hmm... mungkin itu yang mau gw doakan. Banyak ya? Sebetulnya gw juga bingung mau permohonan apa di ulang tahun gw ini. Yah, soalnya tahun ini menurut gw agak spesial. Dibanding ulang tahun ke 17 gw tahun lalu. Karena 18 tahun ini adalah tahun dimana gw akan menentukan tujuan hidup gw di masa depan. You know, because it’s college year.

Dan juga, baru tahun ini gw merasakan gimana rasa nervous yang lebih-lebih sampe gw nangis berliter-liter dan jantung berdetak kencang tiba-tiba, susah tidur, dan segala macam bentuk kegugupan yang bisa dibayangkan orang. Baru di tahun ini gw harus benar-benar berusaha untuk mendapatkan apa yang gw inginkan. Tahun ini juga, gw super duper takut ga bisa membahagiakan keluarga gw. Tapi, life goes on dan gw harus optimis menghadapi semuanya.

Tahun ke 18 ini mengajarkan gw semuanya.

Tentang ke-rajinan, kemalasan, keyakinan, ke-optimis-an, kejujuran, kekuatan, pengharapan, keberuntungan, kegagalan, kesedihan, kebahagiaan, keegoisan, kemarahan, kegugupan, ketakutan, dan keberanian untuk bertindak serta mengambil sikap.

Sungguh, ini tahun yang terlalu amat berkesan buat gw. ^^

Thanks God, telah memberikanku suatu bentuk hidup yang penuh warna dan gejolak.

Thanks God, telah memberikanku orang-orang disekeliling yang menyayangiku.

Thanks God, semua yang telah Kau berikan begitu indah. Terlalu indah untuk dijabarkan dengan kata-kata.

Puji Tuhan, 18 tahun ini sangatlah.... wow.

Amazing.

Gw bahkan ga tau harus menjabarkan apa lagi.

Satu lagi, Puji Tuhan gw boleh sehat di ulang tahun ke 18 ini.

Kan, tanpa sadar gw udah nulis 2 halaman word. Oia, gw belom bilang ya? Gw udah tulis ini terlebih dulu di microsoft word, biar rada panjangan gitu. Ini edisi spesial 18 tahun Lovindy. :) Jadi ya, sedikit spesial ga pa pa kan? Hehehe. Tapi ada beberapa hal yang juga gw tambahkan langsung di halaman new entry.

Satu lagi yang spesial di hari ulang tahun gw ini, hari ini ditayangkan episode terakhir Fullmetal Alchemist Brotherhood di Animax. Waaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!! I LOVE IT SOOOOOO MUCH! Makin bahagia aja gw hari ini. Apalagi tadi di yang endingnya pake lagu 'Hologram'-nya Nico Touches the Wall yang tadinya adalah lagu ending ke dua. Trus, ada fotonya roy yang udah jadi Jendral di eastern, eh, pake embel-embel kumis lagi.

Hahahahahaha, Roy Mustang dengan kumis tipis. Lucu tapi ganteng banget. :D

Dengan ini, gw langsung mengunjungi cinema3satu buat download tu episode.... Waaahh, keinget tadi gw histeris abis nonton tu episode. :) Edward jadi tinggi, trus Alphonse ganteng banget.

Hahahaha, gw bahagia banget deh.

Terlalu bahagia sampe ga bisa gw utarakan dengan kata-kata.

Kalau satu kata aja, mungkin gw bisa bilang : Amazing.

Too Amazing.


Salam gaul dari bocah gaul yang udah 18 tahun,